Karangan
Karangan
adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam
satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil
pikiran atau ungkapan perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur.
Berdasarkan
tujuannya, jenis karangan dibagi dalam jenis-jenis
berikut ini:
1.
Karangan
Narasi
Karangan Narasi adalah karangan yang
menyajikan serangkaianperistiwa yang biasanya disusun menurut urutan waktu.Yang
termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi,
otobiografi.
Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi :
a. Menyajikan serangkaian berita atau
peristiwa.
b. Disajikan dalam urutan waktu serta
kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir.
c. Menampilkan pelaku peristiwa atau
kejadian.
d. Latar (setting) digambarkan secara
hidup dan terperinci.
Jenis-jenis narasi :
a. Narasi informatif adalah narasi yang
memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa
dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
b. Narasi ekspositorik adalah narasi
yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa
dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam
narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang
sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan
mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya.
Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga
berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan
penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan
unsursugestif atau bersifat objektif.
c. Narasi objektif adalah narasi yang
berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat
terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta
yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.
d. Narasi sugestif adalah narasi yang
berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat
terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah
melihat.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan
menarik jika tidak ada konfiks.
Ciri-ciri karangan narasi menurut Atar Semi (2003:31) adalah
sebagai berikut:
§ Berupa cerita tentang peristiwa atau
pengaalaman penulis.
§ Kejadian atau peristiwa yang
disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata
imajinasi atau gabungan keduanya.
§ Berdasarkan konfiks, karena tanpa
konfiks biasanya narasi tidak menarik.
§ Memiliki nilai estetika.
§ Menekankan susunan secara kronologis
Contoh :
Minggu, 23 April, Pukul 08.00 pagi,
peserta perjalanan ”Susur Sungai Cikapundung” sudah mulai berkumpul di
sekretariat KMPA di Sunken Court W–03. Satu jam kemudian, rombongan berangkat
menuju Curug Dago, dengan sedikit naik ke arah hulu di mana perjalanan itu
dimulai. Tanpa ragu, peserta mulai menyusuri Cikapundung meskipun ketinggian
air hampir mencapai sebatas pinggang. Ketinggian air pun meningkat sekitar 50
cm setelah hujan deras mengguyur Bandung hampir sehari penuh kemarin, Sabtu 22
April 2006. Hari tersebut bertepatan dengan Hari Bumi.
Derasnya air Sungai Cikapundung
tidak mengecilkan hati para peserta yang mengikuti acara ”Susur Sungai
Cikapundung”. Acara ”Susur Sungai Cikapundung” ini merupakan salah satu acara
dari serangkaian kegiatan Pekan Hari Bumi se–ITB yang diadakan oleh Unit
Kegiatan KMPA (Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam) yang bekerja sama dengan PSIK
(Perkumpulan Studi Ilmu Masyarakat). Acara ”Susur Sungai Cikapundung” ini
diikuti oleh 24 orang yang terdiri atas berbagai unit kegiatan ITB seperti
PSIK, KMPA, Teknik Pertambangan, Nymphea, Planologi dan 3 orang pelajar dari
SMP al-Huda dan satu pelajar dari SMK Dago. (Somad, 2007).
- Karangan deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan
yang menggambarkan sebuah objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah
melihat sendiri objek yang digambarkan itu.
Ciri-ciri / karakteristik karangan
deskripsi :
a. Melukiskan atau menggambarkan suatu
objek tertentu.
b. Bertujuan untuk menciptakan kesan
atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan,
mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan.
c. Sifat penulisannya objektif karena
selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal
yang dipersonifikasikan.
d. Penulisannya dapat menggunakan cara
atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap
penulis.
Jenis-jenis Karangan Deskripsi :
Secara garis besar ada 2 macam
bentuk karangan deskripsi :
a. Deskripsi Ekspositori
Merupakan karangan yang sangat
logis, biasanya merupakan daftar rincian atau halyang penting-penting saja yang
disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis obJek yang diamati.
b. Deskripsi Impresionatis
Merupakan karangan yang
menggambarkan impresi penulisnya, atau untuk menetralisir pembacanya. Deskripsi
impresionistis ini lebih menekankan impresi atau kesan penulisnya ketika
melakukan observasi atau ketika melakukan impresi tersebut.
Contoh :
Lapangan
sekolah kami berada tepat di tengah-tengah gedung sekolah. Di setiap sisi
lapangan terdapat taman-taman kecil dengan aneka bunga dan tumbuhan lainnya.
Lapangan tersebut berukuran setengah 100 x120 meter. Lumayan luas, bukan?
Selain untuk upacara penaikan bendera, kadang kami menggunakan lapangan
tersebut untuk bermain basket atau sepak bola. Di sebelah utara, tepatnya di
dekat kelas kami, terdapat tiang bendera. Adapun di sebelah timur dan barat
terdapat ring basket. Di bagian-bagian tertentu ada lubang yang berguna sebagai
pancang tiang untuk net voli atau net sepak takraw. (Somad, 2007).
- Karangan eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan
yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi dan pengetahuan dengan
sejelas-jelasnya. Dikemukakan data dan fakta untuk memperjelas pemaparan.
Ciri-ciri/karakteristik karangan
Eksposisi :
a. Menjelaskan informasi agar pembaca
mengetahuinya.
b. Menyatakan sesuatu yang benar-benar
terjadi (data faktual).
c. Tidak terdapat unsur mempengaruhi
atau memaksakan kehendak.
d. Menunjukkan analisis atau penafsiran
secara objektif terhadap fakta yang ada.
e. Menunjukkan sebuah peristiwa yang
terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.
Berdasarkan cara atau metode
penguraiannya, karangan eksposisi dapat dibedakan ke dalam beberapa karangan eksposisi.
Ada beberapa jenis pengembangan
dalam paragraf eksposisi :
·
eksposisi
definisi
·
eksposisi
proses
·
eksposisi
klasifikasi
·
eksposisi
ilustrasi (contoh)
·
eksposisi
perbandingan & pertentangan, dan
·
eksposisi
laporan
Contoh :
Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan
oleh virus inluenza yang ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia.
Nama lain dari penyakit ini antara lain avian inluenza. Adapun definisi dari
berbagai kasusnya adalah sebagai berikut:
1. Kasus Suspect
Kasus suspect adalah kasus seseorang yang menderita ISPA
dengan gejala demam (temperatur 38°C), batuk dan atau sakit tenggorokan dan
atau beringus serta dengan salah satu keadaan. Hal ini terjadi biasanya karena
seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang sedang berjangkit flu burung.
Kemudian, orang tersebut kontak dengan virus lu burung yang dalam masa
penularan. Hal lainnya jika orang yang bekerja pada suatu laboratorium dan
sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu
burung.
2. Kasus Probable
Kasus probable adalah kasus suspect disertai salah satu
keadaan bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus inluenza A
(H5N1). Misalnya, test HI yang menggunakan antigen H5N1 dalam waktu singkat
berlanjut menjadi pneumonial gagal pernapasan atau meninggal dan terbukti tidak
adanya penyebab lain. (Somad, 2007).
- Karangan argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan
yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini
kebenaran itu. Pembuktian memerlukan data dan fakta yang meyakinkan.
Ciri-ciri/karakteristik karangan
Argumentasi :
a. Berusaha meyakinkan pembaca akan
kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itudiakui oleh pembaca
b. Pembuktian dilengkapi dengan data,
fakta,grafik, tabel, gambar
c. Dalam argumentasi pengarang berusaha
mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
d. Dalam membuktikan sesuatu, pengarang
menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas
e. Dalam membuktikan kebenaran pendapat
pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian
Paragraf argumentasi memiliki dua
pola pengembangan, yakni sebagai berikut
:
·
Sebab
ke akibat, yakni tipe pola pengembangan paragraf argumentasi yang berawal dari
moment yang dikira sebagai pemicu, selanjutnya menuju pada ikhtisar yang
berbentuk dampak atau akibat yang disebabkan dari suatu kejadian.
·
Akibat
ke sebab, ialah paragraf ini di mulai dari menjelaskan satu persoalan yang
dikira sebagai akibat selanjutnya bergerak menuju perihal yang dikira sebagai
pemicu persoalan.
Contoh :
Dengan perubahan pola pada program
ospek, yakni dengan meninggalkan pola perpeloncoan, tentunya masyarakat lebih
banyak yang setuju. Lain halnya terhadap ospek yang disertai hukuman-hukuman
dengan alasan menguji mental, menempa kekuatan isik, sumpah serapah, atau
mengenakan atribut lucu-lucuan, mungkin akan lebih banyak yang menolaknya. Bagi
para orangtua, misalnya –di samping bangga dan bahagia– sudah cukup berat dan
repot tatkala anaknya diterima di perguruan tinggi. Mereka bukan saja harus
menyediakan dana cukup besar untuk bayar uang kuliah, tetapi juga untuk memenuhi
kebutuhan lain seperti uang kos dan biaya sehari-hari bagi mereka yang berasal
dari luar kota. Jika dibebani lagi harus beli ini itu untuk kegiatan ospek,
rasanya beban tersebut semakin menumpuk. Lebih kecewa dan sakit lagi jika
anaknya tiba-tiba harus pulang karena jadi korban kelalaian mahasiswa
seniornya.
Sekali lagi, kita patut bersyukur
karena tampaknya kegiatan ospek di kampus-kampus sudah ada perubahan ke arah
yang lebih bermakna positif. Sudah saatnya kita meninggalkan perpeloncoan.
Hidup ini sudah begitu keras untuk diperjuangkan, jangan ditambah lagi dengan
kekerasan yang lain. (Somad, 2007)
- Karangan persuasi
Karangan persuasi adalah karangan
yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca. Karangan ini pun memerlukan data
sebagai penunjang.
Ciri-ciri / karakteristik karangan persuasi:
a. Terdapat himbauan atau ajakan
b. Berusaha mempengaruhi pembaca
Jenis Karangan Persuasif :
1.
Persuasif Politik
Sesuai dengan namanya, persuasif
politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam
bidang politik dan kenegaraan. Para ahli politik dan kenegaraan sering
menggunakan pesuasi jenis ini untuk keperluan politik dan negaranya. Kita akan
bisa memahami persuasi politik lebih baik lagi, bila kutipan berikut ini kita
kaji dengan teliti. Naskah persuasi politik berikut ini berkombinasi dengan
eksposisi.
2.
Persuasif Pendidikan
Persuasif pendidikan dipakai oleh
orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk
mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Seorang guru, misalnya, bisa menggunakan
persuasif ini untuk mempengaruhi anak supaya mereka giat berlajar, senang
membaca dan lain-lain. Seorang motivator atau inovator pendidikan bisa
memanfaatkan persuasif pendidikan dengan menampilkan konsep-konsep baru
pendidikan untuk bisa dilaksanakan oleh pelaksana pendidikan. Kutipan artikel
berita ini dapat dijadikan bahan menelaah karangan persuasif pendidikan.
3.
Persuasif Advertising
Persuasif iklan dimanfaatkan
terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa
tertentu. Lewat persuasif iklan ini diharapkan pembaca atau pendengar menjadi
kenal, senang, ingin memiliki, berusaha untuk memiliki barang atau memakai jasa
yang ditawarkan. Karena itu,advertensi diberi predikat jalur komunikasi antara
pabrik dan penyalur, pemilik barang dan publik sebagai konsumen. Iklan itu
beraneka ragam, ada yang sangat pendek, ada pula yang panjang.
Persuasif iklan yang baik adalah
persuasi yang mampu dan berhasil merangsang konsumen membeli barang yang
ditawarkan. Sebaliknya, persuasi iklan itu tergolong sebagai persuasif yang
kurang baik apabila tidak berhasil merangsang konsumen untuk membeli barang
yang diiklankan.
4.
Persuasif Propaganda
Objek yang disampaikan dalam
persuasif propaganda adalah informasi. Tentunya tujuan persuasif tidak hanya
berhenti pada penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi
diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.
Persuasif propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye
biasanya berupa informasi dan ajaka. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar
pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut.
Contoh :
Jika senang bepergian, Anda tentunya
memiliki banyak persiapan dalam menghadapi liburan ini. Persiapan yang
terpenting adalah kesehatan fisik. Anda tidak mungkin dapat berlibur jika
terserang penyakit. Oleh karena itulah, kami ciptakan sebuah produk multivitamin
terbaik. Selain vitamin A, B Kompleks, dan vitamin C, multivitamin ini pun
diperkaya oleh vitamin D yang dapat menguatkan tulang, serta vitamin E agar
kulit Anda senantiasa sehat. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, berbagai
aktivitas dapat Anda lakukan dengan bersemangat. Jika Anda ingin senantiasa
sehat dan mendapatkan khasiat dari Xavier-C, segera kunjungi apotek terdekat di
kota Anda. Dijamin, Anda tidak akan pernah merasa kecewa. (Somad, 2007).
Karangan
Ilmiah dan Karangan Non-Ilmiah
-
Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni
laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau
pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan
penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada
dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan,
dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan
bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Ciri-ciri
Karangan Ilmiah :
Tidak
semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan
adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti
berikut ini:
a.
Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada
setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya,
tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan
berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa
pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
b.
Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada
setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu
baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu,
pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi
pembaca perlu dihindarkan.
c.
Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya
ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu,
misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara
demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
d.
Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola
nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud
menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau
bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
e.
Menyajikan
fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau
simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena
itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang
berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti
orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar)
hendaknya dihindarkan.
f.
Tidak
Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan
tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung
tepat menuju sasaran).
g.
Bahasa
yang digunakan adalah ragam formal.
-
Karangan Non-Ilmiah
Karangan
non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan
dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung
fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa
digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah,
yaitu :
a.
Ditulis
berdasarkan fakta pribadi.
b. Fakta yang disimpulkan subyektif,
c. Gaya bahasa konotatif dan populer,
d. Tidak memuat hipotesis,
e. Penyajian dibarengi dengan sejarah,
f.
Bersifat
imajinatif,
g. Situasi didramatisir,
h. Bersifat persuasif.
i.
Tanpa
dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karangan
non-ilmiah, yaitu:
a.
Dongeng
b.
Cerpen
c.
Novel
d.
Drama
e.
Roman.
Perbedaan
karangan ilmiah dan non-ilmiah dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama,
karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif).
Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti.
Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya
ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah
digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur
dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan
strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa
ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan
karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa
dalam melakukan pengklasifikasian.
Kriteria
Metode Ilmiah
Penelitian dianggap sebagai kegiatan ilmiah lantaran memakai
metode keilmuan, yaitu merupakan gabungan antara pendekatan rasional dan pendekatan
empiris, pendekatan rasional mengedepankan kerangka pemikiran yang koheren
serta logis, sementara pendekatan empiris merupakan kerangka pengujian didalam
memastikan suatu kebenaran.(Menurut Ahmad Syafi’i mufid),
Metode ilmiah ialah suatu usaha untuk mencari jawaban
mengenai fakta-fakta dengan menggunakan kesangsian yang sistematis. Supaya
suatu metode yang dipakai dalam hal
penelitian disebut sebagai metode
ilmiah, maka metode tersebut harus memiliki
kriteria sebagai berikut ini:
1. Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan ataupun penjelasan-penjelasan yang ingin diperoleh dalam hal penelitian, baik yang akan dikumpulkan lalu kemudian dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta serta data
yang nyata. Janganlah penemuan
dan pembuktian itu didasar-kan pada daya khayal dan kira-kira ataupun legenda-legenda maupun kegiatan
yang sejenis itu.
2. Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus memiliki
sifat bebas dari prasangka,
bersih dan jauh dari pertimbangan yang subjektif. Mennggunakan suatu fakta harus dengan alasan dan bukti
yang lengkap serta dengan pembuktian yang objektif.
3. Menggunakan Prinsip Analisa
Dalam memahami serta memberikan arti terhadap fenomena yang sangat kompleks, haruslah menggunakan
prinsip analisa. Seluruh masalah
harus dicari sebab-musababnya serta cara
pemecahannya dengan memakai analisa yang
masuk akal , Fakta yang mendukung jangan
dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibikin deskripsinya saja. Akan Tetapi seluruh
kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.
4. Menggunakan Hipotesa
Dalam metode ilmiah, peneliti itu harus dituntun dalam proses berpikir dengan
menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk memecahkan suatu persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah
tujuan yang hendak dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh
akan mengenai sasaran secara tepat.
Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran sang peneliti.
5. Menggunakan Ukuran Obyektif
Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran
yang memang objektif. Ukuran tidak boleh
didapat hanya berdasarkan merasa-rasa
atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibikin secara
objektif dan dengan menggunakan pikiran yang sadar.
6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran yang besifat kuantitatif yang biasa harus digunakan, kecuali untuk
artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton,
mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus senantiasa digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh
mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya
Kuantifikasi yang termudah adalah dengan memakai ukuran nominal, ranking dan
rating.
Sikap-sikap
ilmiah :
1.
Sikap
Ingin Tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada
kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
Contohnya : “Mengapa demikian? Bagaimana caranya? Apa saja unsur-unsurnya? Dan
seterusnya”.
2.
Sikap
Kritis
Sikap kritis terlihat pada kebiasaan
mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk
dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya,
kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3.
Sikap
Terbuka
Sikap terbuka dapat dilihat pada
kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang
lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan
orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
4.
Sikap
Objektif
Sikap objektif terlihat pada kebiasaan
menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
5.
Sikap
Rela Menghargai Karya Orang Lain
Sikap menghargai karya orang lain
ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya
pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau
pendapat orang lain.
6.
Sikap
Berani Mempertahankan Kebenaran
Sikap ini menampak pada ketegaran
membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan
atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.
7.
Sikap
Menjangkau ke Depan
Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan
hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.
Adapun
langkah-langkah yang dilakukan dalam
metode ilmiah sebagai berikut :
1.
Memilih
dan mendefinisikan masalah.
2.
Survey
pada data yang tersedia.
3.
Mempormulasikan
hipotesis.
4.
Memnbangun
kerangka analisis.
5.
Mengumpulkan
data primer.
6.
Mengolah,menganalisis
dan membuat interpretasi (penapsiran).
7.
Membuat
generelasi atau membuat kesimpulan.
8.
Membuat
laporan dari penelitian.
Sumber
- http://www.pengertianahli.com/2013/12/pengertian-karangan-dan-jenis-karangan.html#
- http://sendylicious.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-karangan-ciri-persamaan.html
- http://nulisonline.wordpress.com/2013/04/05/jenis-jenis-karangan/
- https://evo3cx.wordpress.com/2013/11/10/jenis-jenis-karangan-menurut-pengertian-dan-ciri-ciri-karangan/
- http://ayuvidyama.blogspot.com/2013/11/karangan-persuasif.html
- http://baddaysp.blogspot.com/2013/04/perbedaan-karangan-ilmiah-dan-non-ilmiah.html
- http://huzaeniridwan.blogspot.com/2014/02/kriteria-metode-ilmiah.html
- http://zhuyavabel.blogspot.com/2012/04/sikap-sikap-ilmiah.html